Partisipasi Perpustakaan dalam Jakarta Library and Archives Expo 2014

Perpustakaan Kementerian Perdagangan berpartisipasi dalam Jakarta Library and Archives Expo 2014 pada tanggal 11 – 14 Desember 2014.  Acara ini diselenggarakan oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DKI Jakarta di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

IMG_6601

Peserta berasal dari perpustakaan nasional, perpustakaan khusus, perpustakaan sekolah, komunitas taman bacaan masyarakat, media massa, museum, serta penerbit. Ruang pameran dibagi menjadi 3 hall utama dan Perpustakaan Kementerian Perdagangan menempati booth A.12.

_DSC1857 _DSC1876

_DSC1872
Tujuan keikutsertaan perpustakaan dalam pameran ini adalah sebagai media promosi tentang keberadaan perpustakaan beserta layanan yang diberikan serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat tentang pemanfaatan layanan perpustakaan

IMG_6571 IMG_6580
IMG_6582 IMG_6566

Pustakawan sedang menjelaskan produk layanan perpustakaan kepada pengunjung

Forum Komunikasi Pustakawan bertemakan “Layanan Perpustakaan Berbasis ISO”

Forum komunikasi pustakawan yang diselenggarakan pada tanggal 3 Desember 2014, bertempat di Auditorium Gedung Utama Kementerian Perdagangan. Forum yang bertemakan “Layanan Perpustakaan berbasis ISO” ini dibuka oleh Bapak Sudiyatmoko, Kepala Bidang Informasi Publik mewakili Kepala Pusat Humas dan diikuti sekitar 50 peserta pustakawan dan pengelola perpustakaan yang berasal dari beberapa kementerian dan lembaga pemerintah seperti Kemenperin, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BKN, BSN, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian ESDM, BATAN, Kemenpan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Sosial dan BNPB. Narasumber dalam forum adalah Ibu Luthfiati Makarim, Ss, Mm dan Bapak Abdul Rahman Saleh.

Layanan perpustakaan adalah kegiatan memberikan bimbingan dan jasa perpustakaan dan informasi kepada pemustaka (SKKNI Bidang Perpustakaan. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI, 2012). Sedangkan ISO (International Organization for Standardization) adalah organisasi internasional untuk standardisasi yang terdiri dari wakil badan standar nasional setiap negara.

Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Perpustakaan merupakan suatu organisasi yang mempunyai visi-misi, kemudian untuk memastikan perpustakaan tersebut mencapai visi misinya, diperlukan suatu alat untuk memastikan proses pencapaiannya sesuai standar operasi prosedur yang benar dan berkesinambungan.

Agar layanan perpustakaan dapat diterima dan memuaskan harapan pemustaka, maka salah satu solusi yang ditempuh yaitu dengan melakukan penerapan standar. Tujuan mendasar dibalik dilakukannya pengukuran kinerja adalah untuk meningkatkan kinerja secara umum suatu organisasi. Manfaat pengukuran kinerja bagi perpustakaan adalah
1. Evaluasi
2. Pengendalian
3. Penganggaran
4. Motivasi
5. Merayakan
6. Belajar
7. Mengembangkan

ISO 11620:2008 merupakan dokumen yang disusun oleh ISO (the International Organization for Standardization) yang memuat cara-cara mengukur indikator kinerja perpustakaan dimana cara-cara tersebut sudah terstandar secara internasional. ISO pertama kali mengeluarkan indikator kinerja perpustakaan pada tahun 1998 yaitu dengan ISO 11620:1998. Namun dengan perkembangan di dunia perpustakaan, khususnya perkembangan yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi, maka ISO 11620:1998 direvisi menjadi ISO 11620:2008. Jumlah indikator kinerja yang diukur pada ISO 11620 ini ada 45 indikator kinerja.

Komponen yang diukur dalam ISO 11620:2008 tersebut antara lain:
1. Sumberdaya perpustakaan, akses dan Infrastruktur (Resources, Access & Infrastructure)
2. Penggunaan (use)
3. Efisiensi (efficiency)
4. Potensi dan Pengembangan (potentials and development)

Dalam implementasinya pengukuran indikator kinerja ini tidaklah mudah, sehingga diperlukan pencatatan data yang konsisten dan teliti untuk menghasilkan pengukuran yang baik. Pada akhitnya, ISO bukanlah beban tetapi sebuah guideline bagi kita semua untuk dapat mencapai tujuan organisasi secara terarah, efektif dan efisien.

makalah presentasi:

narasumber 1

narasumber 2

forum-komunikasi-pustakawan-5forum-komunikasi-pustakawan-4forum-komunikasi-pustakawan-2

forum-komunikasi-pustakawan-3

Forum Komunikasi Pustakawan “Kemas Ulang Informasi sebagai Langkah Inovatif Layanan Perpustakaan”

forkom 30 oktober 2014

Perpustakaan Kementerian Perdagangan kembali mengadakan forum komunikasi pustakawan pada tanggal 30 Oktober 2014 di Hotel Cemara 2, Jl. Wahid Hasyim 69, Jakarta. Tema yang diangkat dalam forum ini adalah “Kemas Ulang Informasi sebagai Langkah Inovatif Layanan Perpustakaan”. Pembicara dalam forum tersebut adalah Ibu Rochani Nani Rahayu dan Ibu Ira Maryati. Peserta berasal dari pustakawan berbagai kementerian di Jakarta serta pustakawan dari Kementerian Perdagangan.

Kemasan informasi adalah kumpulan informasi yang disajikan dalam bentuk baru yang lebih mudah untuk digunakan, difahami, diserap, dan bahkan diadopsi oleh pengguna.Kemasan informasi adalah media yang efektif dalam melakukan penyebaran informasi.

Definisi pengemasan informasi menurut The American Heritage@Dictionary of the English Language, 4th Edition adalah sebagai berikut. Repackaging Information : To package again or anew, especially in a more attractive package. http://www.sunflower.com/~nmlrives/creation.html

Latar belakang kenapa informasi harus dikemas antara lain sebagai media yang efektif untuk penyebaran informasi, untuk meningkatkan layanan perpustakaan, serta untuk segmentasi kelompok pengguna informasi. Pada era informasi seperti saat sekarang ini, ledakan informasi berada di segala sektor maka information repackaging ( pengemasan informasi) dirasakan sangat penting. Dengan demikian pengemasan informasi yang merupakan kegiatan menganalisis dari informasi yang terkonsolidasi dalam bentuk yang lebih cocok dan mudah dimengerti oleh pengguna atau target user. Adapun tujuan dari pengemasan informasi adalah untuk meningkatkan keterterimaan dan penggunaan dari produk-produk informasi.

Tahapan proses kemas ulang informasi antara lain

  1. penentuan tema
  2. pengumpulan bahan
  3. analisis konten
  4. alih media
  5. evaluasi kemasan informasi

Jenis kemasan dalam jasa informasi  perpustakaan diantaranya adalah

  1. current awarenes service
  2. selective dissemination of information
  3. tinjauan literatur
  4. state of the art review
  5. abstrak
  6. kompilasi dan pengumpulan data
  7. terjemahan dokumen
  8. direktori
  9. newsletter

Pustakawan mempunyai peranan penting dalam melakukan proses pengemasan informasi dan juga evaluasi kemasan yang dihasilkan. Pustakawan juga membutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak dalam mengemas informasi. Adanya keterbatasan kemampuan seperti misalnya dalam hal alih media tidak semestinya membatasi kreativitas dan semangat dalam melakukan penyebaran informasi yang disajikan melalui kemasan informasi.

Evaluasi yang dilakukan terhadap kemasan informasi dapat meningkatkan peran pustakawan dalam memberikan sumbangan terhadap keilmuan informasi dan perpustakaan.Hasil evaluasi yang disajikan dalam bentuk artikel yang diterbitkan dapat memberi nilai tambah bagi pustakawan.

sumber:

makalah ibu ira

makalah ibu nani

Peresmian Perpustakaan Kementerian Perdagangan

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, meresmikan Perpustakaan Kementerian Perdagangan pada Hari Jum’at, 17 Oktober 2014. Dalam sambutannya, Muhammad Lutfi mengatakan bahwa perpustakaan itu adalah sumber ilmu. Beliau berharap  ilmu tersebut bisa bermanfaat dan dipakai oleh Kementerian Perdagangan, eksportir Indonesia, dan pengguna lainnya untuk menyejahterakan bangsa.

“Perpustakaan harusnya disesuaikan dengan perkembangan zaman, sehingga perpustakaan lebih kompatibel dengan sisi kelimuan masa kini,” ujar Lutfi.

Perpustakaan Kementerian Perdagangan memiliki luas ruangan + 675 meter2 dan merupakan gabungan dari perpustakaan yang dikelola oleh Ditjen Kerjasama Perdagangan Internasional, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, dan Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional. Sejak tahun 2012, tiga perpustakaan tersebut telah dintegrasikan pengelolaannya di bawah Pusat Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Perdagangan.

Layanan yang disediakan perpustakaan meliputi layanan referensi, penelusuran informasi, dan bimbingan kepada pengguna perpustakaan. Fasilitas yang disediakan meliputi ruang baca yang luas, layanan fotokopi, dan ruang rapat. Perpustakaan menggunakan sistem RFID untuk pengamanan koleksi, serta memudahkan dalam kegiatan perpustakaan.

Dalam peresmian tersebut, turut mendampingi wakil menteri perdagangan, Bayu Krisnamurthi, Staf ahli, para Eselon 1, serta Eselon 2 Kementerian Perdagangan.

Sambutan Mendag<br>

Sambutan Mendag

Mendag, Muhammad Lutfi, meninjau ruangan perpustakaan.

Mendag, Muhammad Lutfi, meninjau ruangan perpustakaan.

Pembacaan doa bersama

Pembacaan doa bersama

Mendag, Muhammad Lutfi, mencoba layanan sirkulasi menggunakan sistem RFID

Mendag, Muhammad Lutfi, mencoba layanan sirkulasi menggunakan sistem RFID

Staf humas bersama Mendag dan Wamendag

Staf humas bersama Mendag dan Wamendag

Sambutan Ibu Ani Mulyati, Kapus Humas Kemendag

Sambutan Ibu Ani Mulyati, Kapus Humas Kemendag

Mendag, Muhammad Lutfi, meninjau ruangan perpustakaan.

Mendag, Muhammad Lutfi, meninjau ruangan perpustakaan.

Mendag, Muhammad Lutfi beserta Wamendag, Bayu Krisnamurthi

Mendag, Muhammad Lutfi beserta Wamendag, Bayu Krisnamurthi

Mendag menandatangani prasasti sebagai simbol peresmian perpustakaan

Mendag menandatangani prasasti sebagai simbol peresmian perpustakaan

Pameran di Perpustakaan Nasional tanggal 19-22 Mei 2014

Perpustakaan Kementerian Perdagangan ikut serta dalam pameran yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional pada tanggal 19-22 Mei 2014. Keikutsertaan perpustakaan dalam pameran ini sebagai salah satu bentuk promosi perpustakaan Kementerian Perdagangan secara eksternal. Pengunjung yang ikut dalam pameran ini tidak hanya pegawai perpustakaan nasional saja, tetapi juga kalangan umum, baik mahasiswa maupun masyarakat lainnya.

Forum Komunikasi Pustakawan Tanggal 12 Juni 2014

Forum komunikasi pustakawan merupakan forum yang diselenggarakan oleh perpustakaan Kementerian Perdagangan dengan tema “Strategi Pemberdayaan Local Content di lingkungan Kementerian / Lembaga. ” Acara ini dilaksanakan pada tanggal 12 Juni 2014 di Hotel Grand Cemara.